Turunkan 10 KG Dalam 2 Bulan Dengan JSR

Memiliki tubuh ideal tentu merupakan dambaan bagi setiap orang. Dengan bentuk tubuh yang ideal, seseorang akan lebih percaya diri tampil di ruang publik. Selain faktor penampilan, tubuh ideal identik dengan kesehatan tubuh yang prima dengan berbagai alasan logis.

Menjadi kontradiktif, ialah banyak yang menginginkan tubuh ideal tetapi tidak siap menjalankan gaya hidup agar tubuh menjadi ideal. Bahkan, banyak orang yang ingin langsing atau sixpack, tetapi kebiasaan-kebiasaan buruk yang berkaitan dengan makan masih dijalankan sukarela. Jika demikian, tubuh ideal hanya angan semata.

Berbicara mengenai berat badan berlebih, dulu, saya juga mengalami masalah serupa. Berat badan saya pernah mencapai 105 KG. Bisa dibayangkan betapa buncitnya perut dan chabbi-nya pipi saya. Tapi berkat mengenal JSR, dalam kurun waktu dua bulan, perut saya sudah bisa dikendalikan, pipi saya terlihat tirus. Bagaimana tidak, sejak menjalani gaya hidup JSR, berat badan saya sudah turun di angka 80 KG. Jika dihitung, dalam waktu dua bulan, saya berhasil menurunkan 10 KG berat badan saya. It’s amazing.

Apa itu JSR?

Secara definitif, JSR merupakan singkatan dari Jurus Sehat Rosulullah. Konsep ini diusung oleh dr. Zaidul Akbar, dan menjadi tema-tema pokok pada setiap ceramah dan kajiannya. Poin intinya, dengan menerapkan JSR, kita diharapkan meniru pola hidup sehat keseharian Nabi Muhammad. Sebagai garis besar, konsumsilah makanan dan minuman yang tak hanya halal, tetapi juga baik bagi tubuh. Selain itu, imbangi dengan aktifitas-aktifitas yang bisa menunjang kesehatan fisik seperti olahraga dan puasa.

Ohh ya, sebagai catatan, JSR bukanlah metode diet, akan tetapi apabila dijalankan dengan benar, efek dari diet bisa tercapai sekaligus.

Fase awal menerapkan gaya hidup JSR, saya merasa sedikit berat. Badan menjadi lemas, kurang berenergi. Tapi saya paham betul, fase awal umumnya seperti itu. Awalnya makan nasi, nasinya diganti kentang rebus. Biasanya berlauk gorengan, diganti sayur-mayur rebus. Nafsu makan menjadi turun. Lidah tak lagi merasakan sensasi makan yang nikmat. Meski demikian, saya harus tetap konsisten.

Satu dua minggu berikutnya, tubuh saya mulai terbiasa dengan asupan makanan yang baru. Meski tidak makan nasi, tubuh menjadi lebih berenergi. Bahkan dengan mengkonsumsi kentang rebus, rasa kenyang bertahan lama. Selain itu, mengurangi lauk-lauk karbo dan yang digoreng seperti bakwan jagung, ote-ote (weci), dan sebagainya, diganti dengan sayur mayur, tubuh menjadi lebih fresh.

Efek menerapkan JSR yang bikin senyum-senyum sendiri ialah baju lama yang mulai sesak, perlahan bisa saya kenakan lagi. Leher yang tinggal beberapa mili (tertutup lemak) pun mulai nampak mempesona. Dan hasil dari latihan fisik menjadikan perut yang buncit kian tampak seksi (meski belum sixpack).

Menurut dr. Zaidul Akbar, tubuh manusia sudah dibekali dengan sensor oleh Sang Pencipta. Tubuh itu akan merespon apa yang masuk ke dalamnya. Apabila makanan dan minumannya halal dan baik, tubuh pun akan menampakkan yang baik. Begitu pula sebaiknya, meski halal, akan tetapi tidak baik bagi tubuh, tubuh pun akan merespon dengan hal yang tidak baik, seperti kegemukan dan penyakit-penyakit yang menyertainya. Na’udzubillah

Pola JSR Versiku

Bagi yang masih kebingungan bagaimana pola penerapan JSR dalam kehidupan sehari-hari, saya akan berikan rumus awal sesuai pengalaman pribadi. Saya katakan rumus awal, karena seiring berjalannya waktu, harapannya anda bisa menemukan pola-pola yang cocok bagi kesanggupan dan tubuh anda masing-masing.

Mode Puasa

  • Sahur dengan 5 butir kurma + 1 butir telur rebus
  • Sempatkan olah fisik ringan kurang lebih 10 menit pagi harinya
  • Buat infuse water! Bisa buah lemon/kurma/jeruk nipis, atau bisa juga dengan rimpang-rimpang seperti kunyit, jahe, atau temulawak.
  • Menu buka puasa: Kentang rebus, sayur sop, dan tempe goreng
  • Satu jam setelah berbuka puasa, minum infuse water yang telah dibuat sebelumnya

Mode Normal

  • Sarapan porsi kecil, bisa menggunakan kurma atau kentang rebus/nasi merah dengan sayur mayur dan lauk rendah karbo
  • Makan siang dengan nasi merah, atau nasi putih (porsi kecil) dengan tetap memilih lauk dari sayur-mayur tinggi gizi
  • Jangan lupa perbanyak minum air putih. Apabila anda merasa lapar, jangan terburu-buru makan, atasi dengan minum air putih atau infuse water buah-buahan, mungkin tubuh anda belum terbiasa dengan pola yang baru
  • Malam hari, menjelang waktu tubuh istirahat, dianjurkan untuk makan makanan yang ringan saja seperti buah-buahan. Jika ingin makan berat, usahakan tetap dalam porsi yang tidak berlebihan

Catatan

  • Sebenarnya tidak ada jadwal makan dalam JSR. Anda bisa makan saat lapar, dan berhentilah makan sebelum kenyang sebagaimana nabi. Dengan tetap memilih makanan yang halal dan baik
  • Jika anda berat dengan rumus dari saya, anda bisa membuat rumus anda sendiri dengan cara menghitung kandungan makanan yang hendak dikonsumsi. Rata-rata orang dewasa, setiap harinya 2000 kebutuhan kalori. Artinya, sebisa mungkin anda jangan sampai melampaui angka 2000. Usahakan di bawah angka 1000. Untuk memudahkan perhitungan, anda bisa menggunakan aplikasi Fatscreet yang bisa didownload di Playstore, atau tulis saja di Google “Kalori dari …… (Isi dengan makanan yang ingin dihitung)
  • Rumusnya, hindari makanan yang tinggi kalori, gula, dan kolesterol. Ambil makanan yang tinggi serat, protein, kalsium, dan gizi lainnya.

Apabila anda merasakan manfaat dari artikel ini, sebarkan kepada yang lain agar turut merasakan manfaatnya.